"Kalaulah bukan karena Ulama maka jadilah manusia seperti binatang"
Akhir-akhir ini marak polemik tentang fatwa MUI berkaitan dengan fatwa rokok dan pengharaman menjadi golput. Mungkin ada baiknya kita renungkan kata hikmah di atas dari seorang 'Alim Hasan al Bashri Rahimahullah dalam Kitab Minhajul Qashidin,12.
Fenomena yang kita sayangkan adalah kepercayaan ummat ini terhadap fatwa Ulama. Seolah fatwa perkumpulan Ulama Indonesia itu sudah tidak mendapatkan kepercayaan di hati umat Islam Indonesia.Sebab hampir setiap orang dan komponen masyarakat memberikan tanggapan yang berbeda. Fenomena ini semestinya menjadi bahan muhasabah bagi kita.
yang pertama, Apakah memang fenomena itu merupakan potret kwalitas umat Islam Indonesia? yang sudah tidak percaya dan tidak butuh lagi dengan ulama sehingga fatwa mereka tidak lagi sakral. Kalaulah benar demikian, maka benarlah perkataan Hasan Al Bashri Rahimahullah di atas.
Yang kedua, Ulama Indonesia patut melakukan muhasabah, kenapa fatwa Ulama Timur Tengah sangat berwibawa dan dihargai dari fatwa mereka, ada apa? Mungkin patut direnungkan Firman Allah dalam QS 35:28 yang artinya: Sesungguhnya yang takut kepada Allah di antara hamba-hamba-Nya, hanyalah ulama. Sifat khasy-yatullah itu nampak dalam perkataan dan perbuatan mereka.
Demikian juga kata hikmah: "Nasihat yang keluar dari fikiran akan sampainya di fikiran juga, namun nasihat yang keluar dari hati akan sampai di hati".
Mari kita introspeksi diri.
Wallahu A'lam
Browse » Home » » Kedudukan Ulama
Sabtu, 08 Agustus 2009
Kedudukan Ulama
Langganan:
Posting Komentar (Atom)
0 komentar:
Posting Komentar
Jzakallahu Khairan